Tuesday, July 25, 2017

AMT

Curriculum Vitae atau bahasa umumnya adalah daftar riwayat hidup merupakan data mengenai identitas kita. Dalam perkembangannya CV atau curriculum vitae digunakan untuk berbagai hal, dalam dunia akedemisi, ketika seseorang di undang untuk menjadi narasumber , moderator atau diskusi remsi, maka daftar riwayat hidup biasanya akan di minta dan nantinya dibacakan kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Daftar riwayat hidup atau Curricullum VItae juga merupakan syarat dalam mengajukan lamaran pekerjaan. CV atau curriculum Vitae yang dalam bahasa indonesia disebut dengan daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman sesorang dan kualifikasi lainnya ( wikipedia). CV begitu penting terlebih untuk menjelaskan berbagai hal seperti nama, Tempat tanggal lahir, agama, no kontak yang bisa dihubungi.

Selain itu Contoh CV Atau Contoh Curriculum Vitae juga berfungsi untuk menjelaskan kepada pihak yang menggunakan CV tentang kemampuan kita, baik yang kita peroleh dari Pendidikan Formal maupun non formal, kemudian juga pengalaman organisasi serta pengalaman bekerja. Dengan adanya contoh CV maka diharapkan kita akan mendapatkan kepercayaan, tentu dengan didukung oleh surat - surat lain seperti ijazah serta sertifikat yang lain.

Dalam pratiknya, Contoh CV atau COntoh Curriculum Vitae kini mudah dijumpai karena biasanya sudah ada dalam bentuk jadi yang dijual di beberapa toko kertas atau forokopi, namun kekurangannya akan membuat kita dipandang kurang mampu membuat Contoh CV dan lagi format yang telah di sediakan masih terbilang masih kurang lengkap sehingga alangkah baiknya jika anda membuat sendiri CV atau curriculum Vitae dengan kata kata anda sendiri atau dengan meniru dari CV yang telah ada. 

Jika anda masih kesulitan untuk membuat Contoh CV saya akan hadirkan satu artikel tentang  

stoc exc

Saham di Pasar Saham (Bursa)
Jika pada contoh diatas pemilik saham hanya terdiri dari 3 orang saja, berbeda pada pasar saham. Perusahaan-perusahaan dengan kapital besar yang juga membutuhkan modal besar untuk pengembangan usahanya biasanya akan melakukan “Go Public” istilah Go Public diterapkan karena perusahaan tsb akan menjual sebagian sahamnya kepada umum.Perusahaan go public biasanya akan berakhiran Tbk dibelakang nama perusahaannya, Tbk merupakan kepanjangan dari Terbuka, dengan demikian perusahaan tsb terbuka kepadasiapapun untuk menjadi salah satu pemilik dari sahamnya. Sebagai contoh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.
Perusahaan go public menjual sebagian kepemilikan sahamnya via bursa saham, untuk dapat menjual sahamnya di bursa terlebih dahulu perusahaan harus melakukan IPO (Initial Public Offering) – Mungkin akan ada artikel terpisah mengenai apa itu IPO.
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Kenapa Perusahaan tidak Meminjam Uang untuk pengembangan Usahanya?
Ada banyak pertimbangan mengenai hal ini. Meminjam uang tentu saja akan dikenakan bunga yang tidak kecil, belum lagi jika dana yang dibutuhkan sangat besar akan mengalami kesulitan pula untuk mendapatkan orang atau institusi yang mau meminjamkan uangnya, walaupun Bank sekalipun. Namun jangan salah, bahkan Bank-pun membutuhkan uang lebih untuk pengembangan usahanya. Banyak Bank-Bank di Indonesia turut menjual sebagian kepemilikan sahamnya di bursa, Seperti : BCA, Mandiri, BRI, Bank Jabar dsb. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan.
Alasan perusahaan menjual sebagian sahamnya dibursa salah satunya dikarenakan membutuhkan banyak modal. Biasanya untuk Expand cabang baru atau untuk pengembangan anak usaha lainnya, Dimana tdk memungkinkan jika dijual hanya kepada satu atau dua orang saja.

Pengertian Kewirausahaan

Banyak pakar bisnis dan ahli manajemen memberikan defenisi tentang kewirausahaan. Memahami arti dari suatu istilah menjadi sangat penting. Dengan mengetahui arti secara harfiah maka semakin mudah memahami maknanya.
Kewirausahaan berasal dari kata Entrepreneur yang telah di Indonesiakan. Kata entrepreneur itu sendiri adalah Bahasa Inggris yang artinya Wiraswastawan. Sejauh ini belum ada pengertian kewirausahaan yang disepakati secara bulat dengan satu pengertian saja. Masing-masing para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda. Akan tetapi kalau kita perhatikan dengan seksama ternyata definisi-defenisi tersebut mempunyai makna yang hampir sama yakni entrepreneur merupakan semangat mengelola dan menggunakan sumberdaya untuk menghasilkan suatu output yang mempunyai nilai ekonomi yang menjadi sumber pendapatan pelaku usaha itu sendiri secara pribadi.
Beberapa ahli menggunakan kata entrepreneur, yang lainnya menggunakan kata kewirausahaan dan sebahagian yang lain menyebutkan istilah wiraswastawan. Perbedaan penyebutan istilah ini bukanlah pekara yang sangat penting untuk dijadikan alasan bahwa orang harus menggunakan satu istilah tertentu saja. Dalam buku ini kita akan memakai ketiga-tiga istilah tersebut yang barangkali akan silih berganti dalam berbagai kalimat.
Agar kita mempunyai gambaran yang sama terhadap arti dan pengertian dari ketiga istilah tersebut di atas, maka mari kita lihat definisi masing-masing sebagai berikut:
John J. Kao (1993) dalam buku ‘kewirausahaan’ yang dituliskan oleh Leonardus Saiman mendefinisikan entrepreneurship sebagai berikut: ”Entrepreneurship is the attempt to create value through recognition of business opportunity, the management of risk taking appropriate to the opportunity, and trough the communicative and management skills to mobilize human, financial, and amterial resources necessary to bring a project to fruition”. Kalau di Indonesiakan kira-kira, berkewirausahaan adalah usaha untuk menciptakan nilai melalui pengenalan kesempatan bisnis, menajemen pengambilan resiko yang tepat, dan melalui ketrampilan komunikasi dan manajemen untuk memobilisasi manusia, uang, dan bahan-bahan baku atau sumber daya lain yang diperlukan untuk menghasilkan proyek supaya terlaksana dengan baik.
Pengertian entrepreneurship menurut Robert D. Hisrich et al. (2005) yaitu: “entrepreneurship is the dinamyc process of creating incremental wealth. The wealth created by individuals who assume the major risks in term of equity, time, and/or carrier commitment or provide value for some product or service. The product or service may or may not be new or unique, but value must somehow be infused by the entrepreneur by receiving and locating the necessary skills and reseources”.
Berkewirausahaan merupakan proses dinamis atas penciptaan tambahan kekayaan. Kekayaan yang diciptakan oleh individu yang berani mengambil risiko utama dengan syarat-syarat kewajaran, waktu, dan atau komitmen karier atau penyediaan nilai untuk berbagai barang dan jasa. Produk dan jasa tersebut tidak atau mungkin baru atau unik, tetapi nilai tersebut bagaimana pun juga harus dipompa oleh usahawan dengan penerimaan dan penempatan kebutuhan ketrampilan dan sumber-sumber daya.
Dari pengertian tersebut Robert D. Hisrich et al. (2005) juga memberikan pengertian entrepreneurship dengan melalui tiga pendekatan yakni, pendekatan ekonom, pendekatan psikolog dan pendekatan seorang pebisnis. Secara lebih lengkap sebagai berikut:
  1. Pendekatan ekonom, entrepreneur adalah orang yang membawa sumber-sumber daya, tenaga, material, dan asset-aset lain ke dalam kombinasi yang membuat nilainya lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, dan juga seseorang yang memperkenalkan perubahan, inovasi/pembaruan, dan suatu order/tatanan atau tata dunia baru;
  2. Pendekatan psikolog, entrepreneur adalah benar-benar seorang yang digerakan secara khusus oleh kekuatan tertentu kegiatan untuk menghasilkan atau mencapai sesuatu, pada percobaan, pada penyempurnaan, atau mungkin pada wewenang mencari jalan keluar yang lain;
  3. Pendekatan seorang pebisnis (businessman), entrepreneur adalah seorang pebisnis yang muncul sebagai ancaman, pesaing yang agresif, sebaliknya pada pebisnis lain sesama entrepreneur mungkin sebagai mitra/serikat/sekutu, sebuah penawaran, seorang pelanggan, atau seseorang yang menciptakan kekayaan bagi orang lain, juga menemukan jalan yang lebih baik untuk memanfaatkan sumber-sumber daya, mengurangi pemborosan, dan menghasilkan lapangan pekerjaan baru bagi orang lain yang dengan senang hati untuk menjalankannya.
Sekarang mari kita lihat pengertian kewirausahaan. Menurut Intruksi Presiden RI No.4 Tahun 1995 :
”kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam  menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efesiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik  dan atau  memperoleh  keuntungan yang lebih besar”.
Sedangkan pengertian wiraswasta dapat diartikan; wira = utama, gagah, luhur, berani, teladan dan pejuang. Swa = sendiri. Sta = berdiri dan swasta = berdiri diatas kaki sendiri, atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan dan kamauan diri sendiri. Menurut Soesarsono (1996), wiraswasta memiliki pengertian; sifat-sifat keberanian, keutamaan, dan keteladanan dalam mengambil risiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Istilah wiraswasta sering diberikan pengertian yang sama dengan kewirausahaan dan pada dasarnya memang tidak mempunyai perbedaan secara subtansial meskipun pada penulisannya jelas terdapat perbedaan. Memang, entrepreneurship merupakan istilah yang popular di dunia bisnis AS, Inggris, Prancis dan Kanada, langsung atau tidak langsung mempengaruhi istilah kewirausahaan dan wiraswasta.
Dari beberapa pengertian diatas dapatlah kita lihat ruang lingkup atau batasan-batasan yang terdapat dalam istilah entrepreneur, kewirausahaan dan wiraswasta yang sebenarnya terdapat kesamaan. Unsur-unsur yang dimiliki oleh ketiga istilah tersebut antara lain:

BANKING

Definisi Bank
Menurut Kuncoro dalam bukunya Manajemen Perbankan, Teori dan Aplikasi (2002: 68), definisi dari bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Oleh karena itu, dalam melakukan kegiatan usahanya sehari-hari ban harus mempunyai dana agar dapat memberikan kredit kepada masyarakat. Dana tersebut dapat diperoleh dari pemilik bank (pemegang saham), pemerintah, bank Indonesia, pihak-pihak di luar negeri, maupun masyarakat dalam negeri. Dana dari pemilik bank berupa setoran modal yang dilakukan pada saat pendirian bank.
Dana dari pemerintah diperoleh apabila bank yang bersangkutan ditunjuk oleh pemerintah untuk menyalurkan dana-dana bantuan yang berkaitan dengan pembiayaan proyek-proyek pemerintah, misalnya Proyek Inpres Desa Tertinggal. Sebelum dana diteruskan kepada penerima, bank dapat menggunakan dana tersebut untuk mendapatkan keuntungan, misalnya dipinjamkan dalam bentuk pinjaman antar bank (interbank call money) berjangka 1 hari hingga 1 minggu. Keuntungan bank diperoleh dari selisih antara harga jual dan harga beli dana tersebut setelah dikurangi dengan biaya operasional. Dana-dana masyarakat ini dihimpun oleh bank dengan menggunakan instrumen produk simpanan yang terdiri dari Giro, Deposito dan Tabungan.
Pengertian Bank
Menurut Undang‐Undang No. 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Berikut ada beberapa pengertian bank :
1. Pengertian Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa lalu lintas pembayaran.
2. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran.
Klasifikasi  Bank Sentral
Pada Pasal 1 (butir 2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, dikatakan bahwa “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dari definisi di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:
Usaha pokok bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, maupun giro, dan menyalurkan dana simpanan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk kredit maupun bentuk-bentuk lainnya.
Bank sebagai perantara keuangan (financial intermediary) Maksudnya adalah bank menjadi perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang membutuhkan dana (defisit unit). Bank memiliki fungsi sebagai “Agen Pembangunan” (Agent of Development) Sebagai badan usaha, bank tidaklah semata-mata mengejar keuntungan (profit oriented), tetapi bank turut bertanggung jawab dalam pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dalam hal ini bank juga memiliki tanggung jawab sosial.
Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan. Di Indonesia, fungsi Bank Sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Dan Bank Sentral bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali, dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka Bank Sentral dengan menggunakan instrumen antara lain namun tidak terbatas pada base money, suku bunga, giro wajib minimum mencoba menyesuaikan jumlah uang beredar sehingga tidak berlebihan dan cukup untuk menggerakkan roda perekonomian.
Dengan dikeluarkannya UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tersebut, dunia perbankan Indonesia mengalami perubahan yang cukup mendasar. Sebelum dikeluarkannya UU Nomor 7 Tahun 1992 tersebut, bank-bank pemerintah seperti BNI 1946, Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor, Bank Rakyat Indonesia, Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), dan Bank Tabungan Negara, mempunyai fungsi masing-masing sebagai bank pembangunan, bank tabungan, maupun bank koperasi. Namun setelah dikeluarkan kedua undang-undang di atas, sekarang kita sulit membedakan bank-bank pemerintah berdasarkan fungsinya. Bank-bank pemerintah tersebut sekarang menjalankan fungsi sebagai bank umum.
Ada beberapa cara dalam pengklasifikasian bank-bank di Indonesia, yaitu dilihat dari segi fungsi atau status operasi; kepemilikan; dan penyediaan jasa.
Secara umum, tugas bank sentral dalam sistem perbankan antara lain :
– Melaksanakan kebijakan moneter dan keuangan.
– Memberi nasehat pada pemerintah untuk soal-soal moneter dan keuangan.
– Melakukan pengawasan, pembinaan,dan pengaturan perbankan.
– Sebagai banker’s bank atau lender of last resort.
– Memelihara stabilitas moneter.
– Melancarkan pembiayaan pembangunan ekonomi.
– Mendorong pengembangan perbankan dan sistem keuangan yang sehat.
Fungsi Bank, yaitu :
1.    Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2.    Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
3.    Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.
Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.
4.    Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
Kegiatan Bank
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa sebagai lembaga keuangan, kegiatan bank sehari-hari tidak akan terlepas dari bidang keuangan. Sama seperti halnya pedagang atau perusahaan lainnya, kegiatan pihak perbankan secara sederhana dapat kita katakana adalah membeli uang (menghimpun dana) dan menjual uang (menyalurkan dana) kepada masyarakat umum.
Dalam melaksanakan kegiatannya bank dibedakkan antara kegiatan. Bank umum dengan kegiatan bank perkreditan rakyat. Artinya produk ditawarkan oleh bank umum lebih beragam, hal ini disebabkan bank umum mempunyai kebebasan untuk menentukan produk dan jasanya. Sedangkan Bank Berkreditan Rakyat mempunyai keterbatasan tertentu, sehingga kegiatannya lebih sempit.
Ada beberapa kegiatan yang ada dalam bank diantaranya:
– Kegiatan bank Umum berupa menghimpun dana dari masyarakat (Funding), Menyalurkan dana dari masyarakat (Lending), Memberikan jasa-jasa bank lainnya (service).
– Kegiatan BPR berupa menghimpun dana, menyalurkan dana.
– Kegiatan Bank Campuran dan Bank Asing Pada Umumnya tugasnya sama dengan bank umum lainnya, namun mereka lebih dikhususkan dalam bidang-bidang tertentu.

MATA KULIAH OMP

Office Management adalah penanganan administrasi, mengendalikan dan memelihara proses keseimbangan kerja dalam kantor suatu organisasi apakah perusahaan / bisnis besar atau kecil, yang diperlukan untuk mencapai tujuan administrasi.

 

Fungsi utama
Office Management adalah koordinator dari sistem kerja. Seorang manajer kantor bertanggung jawab untuk perencanaan, organisasi, dan mengendalikan aspek administrasi organisasi, termasuk persiapan, komunikasi, koordinasi dan penyimpanan data untuk mendukung produksi dan operasi penting lainnya dari sebuah pendirian industri. Seringkali mereka juga terlibat dalam pemasaran. Juga, tugas mereka adalah untuk memantau proses kerja dan untuk mengevaluasi hasilnya. Hasil kerja ditujukan untuk apa yang dapat disebut sistem penerima akhir, seperti misalnya, klien, pelanggan, dan departemen lain.
Selanjutnya, peran mereka adalah untuk mengkoordinasikan di ujung depan dengan menerbitkan berbagai tugas. Mereka biasanya memimpin atau mengelola tim sekretaris atau pegawai administrasi. Dan mereka mengurus tugas tugas dalam departemen, tetapi tugas yang lebih kompleks cenderung untuk datang ke meja mereka.
Posisi dialokasikan untuk klasifikasi biasa melakukan kombinasi dari fungsi manajemen kantor berikut:
1. Pengembangan dan implementasi anggaran
2. Pembelian3. Pembukuan4. Sumber daya manusia
5. Akuntansi
6. Percetakan7. Catatan manajemen8. Bentuk manajemen9. Daftar gaji10. Manajemen fasilitas11. Manajemen ruang12. Manajemen risiko13. Hibah administrasi14. Tindakan afirmatif dan kesempatan kerja yang sama
15. Teknologi informasi dan telekomunikasi
16. Pemantauan pengelolaan kesehatan dan keselamatan di kantor perusahaan.
17. Membantu manajer senior dalam mengidentifikasi kebutuhan kesehatan dan keselamatan di departemen mereka18. Tanggung jawab untuk hari ke hari menjalankan kantor19. Penghubung dengan manajer senior untuk memastikan bahwa staf di divisi memiliki peralatan teknologi informasi yang tepat20. Mengelola berbagai anggaran termasuk akomodasi, kesehatan dan keamanan bagi perusahaan21. Rencanakan, berkonsultasi dan mengelola kantor bergerak untuk divisi dan unit lainnya dalam departemen
Mengingat keragaman fungsi, seseorang memegang posisi Office Management diharapkan memiliki banyak bakat. Beberapa kompetensi yang ia diharapkan untuk memiliki adalah pemecahan masalah dan pengambilan keputusan kemampuan, integritas, asertivitas, fleksibilitas, akurasi dan kemampuan untuk mengatasi tekanan.

mata kul PPE

Psikologi Industri adalah cabang yang relatif baru psikologi yang diciptakan untuk perusahaan dan organisasi yang dibutuhkan struktur yang lebih. Psikologi Industri mampu menyediakan struktur ini dengan menilai perilaku karyawan demi kebaikan perusahaan. Hal ini sering disebut sebagai organisasi psikologikarena penekanannya pada analisis individu yang bekerja untuk berbagai organisasi.

Pada dasarnya, psikologi industri mempelajari perilaku karyawan dalam lingkungan kerja. Walaupun psikologi industri tidak dimulai sampai tahun 1920-an, disiplin telah berkembang pesat dan merevolusi tempat kerja dalam abad terakhir. Karena tempat kerja adalah suatu sistem sosial, penerapan cabang ilmu psikologiini berguna dalam memahami kompleksitasnya.
Selama bertahun-tahun, psikolog telah mempelajari bagaimana manusia makhluk telah berinteraksi dengan lingkungan mereka dan satu sama lain, tetapi psikologi industri mulai mengevaluasi interaksi antara orang-orang dan pekerjaan mereka. Psikologi Industri dapat digunakan untuk meningkatkan kepuasan kerja serta produktivitas perusahaan dan menjadi penting bagi keberhasilan suatu organisasi.

Aspek-Aspek Psikologi Industri

Salah satu aspek yang paling menarik dari psikologi industri adalah bagaimana perilaku karyawan mempengaruhi individu lain pada pekerjaan dan organisasi secara umum. Psikologi Industri dapat digunakan untuk mengurangi perilaku kontraproduktif, meningkatkan efektivitas tim, dan meningkatkan semangat. Hal ini juga penting dalam resolusi konflik . Banyak orang menemukan beban ketidakpuasan kerja mereka berakar dalam hubungan mereka dengan manajer dan rekan. Untungnya, psikologi industri menyediakan solusi untuk ini.
Walaupun psikologi industri merupakan campuran dari antropologi , konseling, sosiologi dan manajemen industri, ada komponen utama yang digunakan dalam jenis psikologi. Beberapa komponen utama termasuk evaluasi kepribadian karyawan, persepsi, serta sisi biologis dari perilaku mereka. Dengan mendokumentasikan titik-titik kunci, psikolog industri memiliki kemampuan untuk membantu organisasi meningkatkan fungsi mereka dan mendirikan sebuah sistem yang mendorong pertumbuhan bagi perusahaan dan karyawan.

Tuesday, July 18, 2017

cara membuat drag and drop

Langkah 1:
Siapkan dulu file buat bikin drag and drop nya emoticon-Big Grin
Langkah 2:
Bikin style nya gan. Ini simple style dari ane. Style ditaro diantara kode < head > dan < / head > ya
Langkah 3:
Nih simple script buat drag and drop nya dari ane gan. Masupin diantara kode < head > dan < / head>
Langkah 4:
Nah ini ditaro dibawah kode < body > dan diatas kode </ body>. Ini simple ya gan,

AMT

Curriculum Vitae atau bahasa umumnya adalah daftar riwayat hidup merupakan data mengenai identitas kita. Dalam perkembangannya CV atau curri...